Bank Sampah 102 Kota Tangerang Ubah Sampah Jadi Produk Kreatif Bernilai Jual

  • May 14, 2026
  • KIM Kota Tangerang

Bank Sampah 102 yang berlokasi di Jalan Jamlang II, RT 04, RW 15, Kelurahan Cibodasari, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, terus menunjukkan perannya dalam mengurangi sampah lingkungan.

Program daur ulang yang telah berjalan hampir lima tahun tidak hanya berfokus pada pengelolaan sampah, Bank Sampah 102 juga menghadirkan berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.

Ketua Bank Sampah 102 Saifuddin mengatakan, kegiatan daur ulang di tempat tersebut berjalan berkat dukungan para nasabah bank sampah dan kerja sama dengan pelaku UMKM.

“Produk daur ulang bekerja sama dengan UMKM sehingga pemasarannya lebih luas,” ujarnya.

Berbagai jenis sampah yang dikumpulkan warga kemudian diolah kembali menjadi barang bernilai guna. Mulai dari kardus, botol plastik hingga kresek bekas dimanfaatkan menjadi produk kreatif bernilai jual.

“Botol plastik bisa menjadi sapu, tutup botol jadi gantungan, sedangkan kresek plastik bisa menjadi mainan mewarnai untuk anak-anak,” ujar Saifuddin.

Menurutnya, hasil keuntungan dari pengelolaan sampah tidak hanya digunakan untuk operasional, tetapi juga diputar kembali untuk kegiatan sosial masyarakat. Program tersebut meliputi rumah belajar gratis, santunan yatim, hingga kegiatan Jumat Berkah.

“Kita tidak hanya mengumpulkan sampah, tetapi juga ada edukasi dan kegiatan sosial. Dana dari daur ulang atau keuntungan dari sampah diputar kembali untuk kegiatan sosial agar manfaatnya kembali ke warga,” jelas Saifuddin.

Kehadiran Bank Sampah 102 juga dinilai membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar. Warga yang sebelumnya kurang peduli terhadap kebersihan kini mulai terbiasa memilah sampah dan menjaga lingkungan tetap sehat.

“Lingkungan sekarang jadi lebih bersih dan sehat. Anak-anak juga punya rumah belajar sehingga waktu luang mereka lebih bermanfaat,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu nasabah Bank Sampah 102, Pipit mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut. Ia telah menjadi nasabah selama sekitar tiga tahun.

“Sangat terbantu sekali. Dulu sampah plastik biasanya langsung dibuang, sekarang botol-botol yang tidak terpakai bisa jadi cuan juga,” ujarnya.

Ia juga menilai manfaat bank sampah dirasakan hampir seluruh warga sekitar karena sampah yang sebelumnya berserakan kini dapat dikelola dengan baik.

“Semua warga cukup terbantu. Sampah-sampah yang tadinya berserakan sekarang ditampung di Bank Sampah 102 dan hasilnya juga membantu kesejahteraan warga,” katanya.

Ia mengajak masyarakat Kota Tangerang untuk mulai peduli terhadap persoalan sampah dengan memilah sampah dari rumah dan memanfaatkannya melalui daur ulang.

“Persoalan sampah bukan untuk diwariskan kepada anak cucu kita. Kita bisa mulai sekarang memilah sampah dari rumah agar bisa didaur ulang dan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat,” tandasnya.